Geneng Street Art Project

GSAP – “Jaga tanah kita sebelum semua menjadi Ibu kota” (BA)

Pada pertengahan bulan Desember 2013 ruang kelas SD (forum kolektif seniman muda) dan BEM seni rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta membuat suatu proyek seni di Desa Geneng yang dinamai GSAP (Geneng street art project). Proyek seni ini melibatkan karang taruna Dusun Geneng dan beberapa komunitas yang bergerak di bidang seni, serta seniman yang aktif berkarya di Jogja maupun dari luar Jogja seperti Solo, Jakarta dan Singapura.

Geneng adalah sebuah desa yang terletak di sebelah barat belakang kampus ISI Yogyakarta dengan mayoritas masyarakatnya adalah petani, dimana masyarakat lokalnya berdampingan secara langsung dengan masyarakat pendatang. Melalui stensil, mural, grafiti dan seni instalasi, GSAP dikerjakan untuk melihat kembali kondisi sosial yang ada di dusun ini.

GSAP seniman yang terlibat membuat karya seni menunjukan rasa cinta damai dan peduli pendidikan seperti contoh karya dari Adit here-here yang melukis sosok anak kecil yang sedang menerbangkan pesawat mainan dari kertas sembari berkata “sampaikan kepada negara bahwa pendidikan layak belum semua merata” atau ajakkan untuk ramah terhadap lingkungan dan menjaga ekosistem yang sudah ada seperti karya instalasi yang terbuat dari sisa reruntuhan bangunan yang bertuliskan “Ular dan biawak membatu petani membasmi hama,” juga keberpihakan terhadap rakyat kecil seperti petani dan pelestarian wilayah agraria seperti karya dari media legal yang melukis tembok dengan figur petani yang membawa cangkul, pada latar bertuliskan “jaga tanah kita sebelum semua menjadi seperti ibukota”. Kritik terhadap kondisi ploitik negara ini pun tak luput dari sentuhan karya para seniman yang terlibat. Selain pada pembuatan karya street art, GSAP juga memiliki agenda workshop untuk masyarakat mengenai pengolahan pupuk kompos serta pembuatan tempe yang di bina oleh komunitas lifepacth. lifepatch adalah sebuah komunitas yang bekerja dalam aplikasi kreatif dan tepat guna di bidang seni, sains dan teknologi. Dalam aktifitasnya, lifepatch berfokus pada pendekatan seni dan edukasi terhadap sains dan teknologi yang berguna bagi masyarakat.

Acara yang di ketuai oleh Ones Tapalan ini di awali dengan pesta perayaan tahun baru 2014 yang diadakan di ruang kelas SD Dusun Geneng RT 03 Panggungharjo Sewon Bantul dan berlanjut pada proses pembuatan karya di sekitar Dusun Geneng. Tepat pada tanggal 15 Januari 2014 acara ini diresmikan dan dibuka oleh Bupati kab. Bantul Hj. Sri Surya Widati, serta diadakan diskusi mengenai karya yang melibatkan kepala dinas pariwisata kab. Bantul serta beberapa seniman seperti Bambang Legowo, Alex TMT, Rain Rosidi, Geger Urban Cult, Andres Busrianto serta masyarakat yang hadir dalam pembukaan GSAP.
Dalam acara diskusi sekaligus pembukaan proyek ini dihadiri oleh ratusan orang dari bebarbagai kalangan seperti seniman, pecinta seni, pemerintah, peneliti seni, mahasiswa, serta masyarakat Jogja secara umum dan khususnya masayarakat Dusun Geneng itu sendiri.
Acara ini berlangsung hingga Februari 2014.(BA)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *