Guyub dengan Karawitan

UAS KARAWITAN – Tugas akhir karawitan yang diselenggarakan pada tanggal 15 Januari 2014 di pendopo Isi Yogyakarta, tugas akhir ini bagian dari mata kuliah Komposisi dan Produksi Karawitan Angkatan 2011 yang di dibantu juga oleh mahasiswa/i Jurusan Karawitan Angkatan 2012 dan 2013. (RF/13)

Hampir setiap malam di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta jurusan Karawitan tidak pernah absen dari suara-suara gamelan. Lantunan Gending Jawa mulai dari kendang, rebab, kenong, saron, dan gamelan lainnya sering memeriahkan malam-malam di kampus seni tersebut. Iramanya yang terbagi menjadi dua laras, slendro maupun pelog sudah sangat akrab bagi pemain gamelan. Hal ini sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa jurusan Karawitan. Namun, kali ini mahasiswa jurusan lain dan juga masyarakat umum juga dapat menikmati lantunan gamelan Jawa yang merdu.

Rabu malam pada tanggal 15 Januari 2014, berlangsunglah sebuah pentas karawitan yang sangat menarik sampai pada tanggal 17 Januari 2014. Acara tersebut berlangsung sekitar pukul 20.00 malam, meski terbilang molor dari jadwal yang telah ditentukan kegiatan bertajuk Gaguyuban Salawase ini berlangsung dengan baik. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kekompakan antar mahasiswa jurusan Karawitan dari berbagai angkatan. Penonton yang hadir memang tidak terlalu banyak, namun pelayanan yang diberikan seperti suguhan ringan untuk pengunjung menjadi nilai plus sendiri pada acara tersebut. Acara yang digelar di Pendopo Kyai Pajang Mas, ISI Yogyakarta adalah tugas akhir untuk mata kuliah produksi karawitan 2 dan juga komposisi. Dosen pengampu mata kuliah tersebut yang akan menilai anak didiknya dalam permainan gamelannya termasuk proses berlangsungnya acara.

Gaguyuban Salawase ini dihadiri pula oleh ketua jurusan Karawitan, Drs. Subuh, M.Hum dengan memberikan sambutan pada awal acara. Tidak lupa pula, ia memberikan pesan agar jangan pernah takut menjadi seorang komposer.

“Dahulu alm. Harjo Subroto, bukan pemain karawitan yang bagus tetapi dengan menguasai tembang dan teori musik yang matang ia dapat menghasilkan karya yang sangat bagus dan diakui secara regional dan nasional,” ujarnya pada saat memberi sambutan.

Sambutan dari ketua jurusan, Drs. Subuh, M.Hum menjadi pengantar bagi para mahasiswa jurusan karawitan angkatan 2011 untuk memainkan komposisi yang telah mereka gubah menjadi sebuah alunan karawitan yang indah dan menarik. Setiap satu orang mahasiswa membuat satu komposisi dengan durasi kurang lebih sekitar 15 menit dengan tema yang diinginkan. Komposisi tersebut nantinya akan dimainkan pula oleh beberapa teman yang dipercaya untuk memainkan gubahan lagu yang telah dibuat. Sebelum memainkan komposisi, mahasiswa jurusan Karawitan juga memainkan gamelan klasik berupa saron dan juga lirihan.

“Mereka sangat kreatif karena dapat membuat gending dengan gubahan sendiri,” ungkap salah satu pengunjung Vetriani dari Universitas Negeri Yogyakarta. (AA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *