Cegah Korupsi, Jogja bersama KPK gelar Gerakan #Jujur Barengan

Yogyakarta – Ada pemandangan berbeda di kota budaya Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Selasa, 20 Mei 2014 kemarin. Hari yang menjadi momentum Kebangkitan Nasional tersebut juga merupakan peluncuran Gerakan Jujur Barengan yang pertama kali dihelat di kota budaya ini.

Gerakan Jujur Barengan dimulai pukul 15.30 WIB, dimana lebih dari 40 komunitas yang ada di Jogja mengadakan aksi budaya, berjalan dari Alun-alun Utara menuju Kantor Gubernur DIY Kepatihan, Malioboro dan pada malam harinya dilanjutkan dengan sebuah konser. Ada Orasi Budaya oleh Butet Kartaredjasa, Gus Miftah, dan dimeriahkan peluncuran lagu Jujur Barengan oleh Marzuki Kill DJ dan Jogja Hip Hop Foundation.

Acara yang diprakarsai oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini bertujuan untuk men-support komunitas-komunitas, mahasiswa, masyarakat yang ada di Jogja agar bersama-sama bangkit dalam gerakan kebudayaan.

Fungsional Kampanye Sosial Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Dotty Rahmatiasih mengatakan bahwa Gerakan Jujur Barengan juga merupakan salah satu upaya menyuarakan pencegahan korupsi di Yogyakarta. “Yang diharapkan sebenarnya maunya dari Jogja, semua orang bisa melihat bahwa Jogja aja bisa kenapa yang lain enggak, toh di daerah lain juga ada budaya khasnya, banyak komunitas yang aktif juga, yang bisa turut menyuarakan semacam Gerakan Jujur Barengan yang mendukung pencegahan korupsi.” ujarnya saat diwawancarai di Sekretariatan Kepatihan, Selasa malam.

Pihaknya mengatakan bahwa acara ini akan ada tindak lanjut yang berlanjut karena merupakan ledakan awal dengan peluncuran gerakan barengan. “Kalau sendiri-sendiri kan susah, makanya bareng-bareng biar semua mata memandang.” tandas Dotty.

Tokoh komunitas yang ada di Jogja, seperti Heri Budiyanto, Sapto Ari, Arief Budiman, Marzuki, Iqbal, Lisa Wachid mempunyai satu frekuensi yang sama dan merespon keprihatinan dari korupsi yang luar biasa di Negara ini. Dari frekuensi yang sama itulah mereka bertemu secara intens, mendiskusikan dan kemudian mencetuskan sebuah gerakan barengan dari Jogja untuk Indonesia yang dinamai Jujur Barengan.

Harapannya bahwa nanti Gerakan Jujur Barengan ini tidak hanya akan digelar di Jogja saja, tetapi di seluruh Indonesia dengan mengambil pada tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Kaitannya bahwa kita mau bangkit dari ketidakjujuran, bangkit dari korupsi dan bangkitan ini melalui pendekatan kebudayaan yang menjadi ciri khas serta kekuatan Jogja. (SS/VN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *