Kontemporer #10

Bertepatan dengan ulang tahun Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang ke-32, Kontemporer hadir lagi bersama kalian di edisi spesial “Dies Natalis”. Edisi yang kesepuluh ini juga membahas kabarnya BEMI saat ini, komunitas Garda Blakang, pula Didik Nini Thowok yang hadir dalam rubrik Tokoh.

 

Salam Persma!

Bulan ini merupakan bulan yang membahagiakan bagi civitas akademika ISI Yogyakarta. Ya, kita semua merayakan Dies Natalis XXXII yang mengambil tema “Seni sebagai Gerakan Sosial Budaya”. Pada edisi kesepuluh ini, Buletin Kontemporer mengulas seluk beluk mengenai Dies Natalis yang akan dirayakan tahun ini, mulai dari tema, perbandingan Dies Natalis tahun ini dan yang lalu, serta keterlibatan setiap elemen civitas akademika. Pada edisi ini, kami juga akan membahas mengenai keberadaan Badan Eksekutif Mahasiswa Institut atau BEMI saat ini. Di rubrik lain, ada juga Garda Blakang, sebuah perkumpulan seni yang bergerak di bidang zine dan perform, serta tokoh Didik Nini Thowok, alumnus ISI Yogyakarta yang terkenal dengan tariannya.
Dies Natalis, atau dalam bahasa Indonesia berarti hari ulang tahun sepatutnya merupakan momen yang dirayakan oleh setiap orang, apalagi dalam lingkup kampus. Setiap orang pasti memiliki cara sendiri dalam merayakannya. Ada yang memilih berintrospeksi, ada yang memilih dengan hingar-bingar, ada yang memilih dengan syukuran, dan sebagainya. Tidak ada yang salah, toh, akhirnya partisipasi kita, apapun bentuknya merupakan cara kita memunculkan rasa memiliki kampus yang menginjak usia 32 tahun. Sebagai pers kampus, kami merayakannya dengan menerbitkan Kontemporer edisi ke-10, edisi spesial Dies Natalis atas inisiatif kami. Lalu, bagaimana caramu?

Redaksi

Buletin Kontemporer #10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *