Art Effect #7

ART EFFECT (AE) #7 Magazine. Majalah karya Pers Mahasiswa ISI Yogyakarta “Pressisi” yang mencakup tema besar tentang Seni dan Budaya. Majalah AE edisi ke-7 yang mengusung tema ‘Kebebasan (Eks)presi’, yakni tentang seluk-beluk kebebasan dalam berekspresi dan berkarya, serta hambatan-hambatan penerapannya di dunia seni dan ruang seni.

Kebebasan berekspresi, khususnya dalam bidang kesenian, kebudayaan, dan literasi ikut menunjukkan seberapa majunya sebuah bangsa. Sayangnya, berkali-kali Indonesia mengalami beberapa kasus krisis kebebasan ekspresi. Menurut data yang dilansir dari KontraS (www.kontras.org), sepanjang tahun 2015 di Indonesia terjadi 238 kasus pembatasan kebebasan berekspresi, berserikat, dan berkumpul secara sewenang-wenang, dengan aparat kepolisian menjadi pelaku utama sebanyak 85 kasus, disusul pejabat publik sebanyak 49 kasus, organisasi masyarakat (ormas) sebanyak 31 peristiwa, lalu parat Tentara Nasional Indonesia (TNI), bahkan pihak kampus sendiri.
Di Yogyakarta sendiri, sepanjang tahun 2016 beberapa kasus yang masih segar dalam ingatan terhadap pembatasan kebebasan bereskpresi secara sewenang- wenang antara lain pemberhentian paksa acara LadyFest di Survive! Garage, penyitaan sembilan karya lukisan yang dituduh mengandung unsur lesbian, gay,
SALAM REDAKSI
biseksual, transgender (LGBT) di I AM Gallery, kriminalisasi Pesantren Waria Al- Fatah, pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kusumanegara terkait isu Papua merdeka, dan lain-lain. Hal ini tentunya sangat disayangkan, mengingat sejak 1998, Indonesia mengalami peningkatan demokrasi yang pesat, dan Yogyakarta dikenal sebagai kota “berhati nyaman”, kota seni dan budaya.
Sebagai majalah yang bergerak di bidang seni dan kebudayaan, Art Effect #7 kali ini mengangkat kebebasan bereskpresi sebagai tema utama. Kami mendatangi berbagai narasumber ahli untuk menggarap artikel-artikel dalam majalah ini, ada Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta, Dewan Kesenian Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga kurator seni Suwarno Wisetrotomo.
Karena kami percaya, adalah hak setiap warga negara untuk menuangkan setiap pemikirannya dalam bentuk tulisan, lisan, dan sebagainya, dengan jaminan keamanan dari negara.
– Redaksi

Majalah Art Effect #7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *