Kontemporer #9

Seberapa baikkah kegiatan mahasiswa? Masuk peringkat 50 perguruan terbaik nasional, namun poin kegiatan kemahasiswaan ISI YK “0”? Bagaimana ISBI, ISI, dan Dinamika Problematikanya? Listrik sering padam, Sengaja atau tidak? Bagaimana menghidupkan kegiatan kampus dengan sastra? Kontemporer #9 hasil kerja keras anggota magang Pressisi hadir menjawab keluh kesah tersebut hanya dalam sentuhan jari.

Salam Persma! Setelah berbulan-bulan tidak mengeluarkan Buletin Kontemporer dan pergantian pengurus pada Februari lalu, akhirnya Pressisi menerbitkan Buletin Kontemporer yang ke-sembilan. Edisi ini sekaligus menjadi edisi perdana bagi teman-teman magang yang mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) bulan Maret lalu. Mahasiswa, kadang tidak hanya identik dengan mengikuti kuliah, mengerjakan tugas lalu pulang ke tempat tinggal, namun juga mengikuti dinamika yang ada di kampus, misalnya dengan mengikuti workshop, organisasi atau UKM kampus, dan sebagainya. Bulan lalu, ISI Yogyakarta mendapat peringkat 50 terbaik dari sekian ratus universitas baik negeri maupun swasta di tanah air. Memang merupakan prestasi yang baik, namun mirisnya nilai kualitas kegiatan kemahasiswaan bernilai 0. Dari sini, akhirnya Redaksi mengangkat tema mengenai seputar kegiatan mahasiswa. Usaha tiap mahasiswa untuk meningkat kualitas kampus pun beda jalannya. Ada yang memilih jalan berkarya, ada juga yang memilih dengan memperjuangkan keadilan. Tidak hanya kampus yang memiliki keterbatasan ruang, pun juga sebuah tulisan dalam sebuah tata letak. Akhir kata, semoga tidak ada distingsi di antara kita.

Redaksi

Buletin Kontemporer #9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *