Praktik Pembuatan Straight News Peserta PJTD 2016

Pameran wayang karya ki Enthus susmono yang digelar pada tanggal 9-16 November di Galeri R.J Katamsi ISI Yogyakarta salah satu pameran yang juga sangat diapresiasi khususnya masyarakat sekitar sewon dan mahasiswa ISI Yogyakarta sendiri.
“Menurut saya pameran ini sangat istimewa, manarik menampilkan macam-macam wayang yang berbeda” salah satu kesan pengunjung Fajar (23) mahasiswa kriya 2015
Pameran tersebut menampilkan beberapa karya Ki Enthus Suswono sendiri, adapun salah satu sudut juga memberikan ruang untuk karya Nanang Rahmat Hidayat yang merupakan salah satu dosen ISI sendiri.

-Yuni Ratna Sari Dewi/Despro 2016-

Masih ada sejumlah potret mengenai pameran tersebut, karya para peserta PJTD 2016.

 

PAMERAN WAYANG : Mahasiswa (ISI Jogja) melihat pameran wayang ‘Enthusiasm Sumono’ di Galeri RJ. Katamsi ISI Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km. 6.5, Sewon, Bantul, Selasa (15/11). Pameran tunggal Enthus Sumono menarik tetapi sepi pengunjung dikarenakan dipamerkan di galeri kampus. -Khoirul Anam/Tatakelola Seni 2014-

 

Pameran wayang berjudul emthusiaam:susmono sedang dilangsungkan di galeri RJ katamsi ISI Yogya. Pameran ini berlangsung dati tanggal 9-16 november 2016. Pameran ini mempamerkan berbagai karya-karya pewayang salah satunya yaitu enthus susmono. Pameran ini dilangsungkan untuk menghargai karya-karya para pewayang dan sebagai pelestarian budaya nusantara yang sudah mulai di tinggalkan ini. Pameran ini menampilkan berbagai macam wayang seperti wayang golek dan wayang kulit. -Naufal Haidar/TV dan Film 2016-

 

Pameran wayang: Enthus Sumono mengadakan pagelaran wayang di galeri RJ Katamsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, selasa (15/11). Pagelaran tersebut akan berlangsung pada tanggal 9-16 november 2016. Terdapat berbagai macam wayang, baik itu tokoh pandawa sampai dengan beberapa tokoh politik di Indonesia. -Sovi Rizqi/DI 2015-

 

Pameran Wayang yang digelar di Galeri Katamsi, Kampus ISI Yogyakarta, Sewon, Bantul menampilkan wayang dari berbagai daerah dengan mengusung tema Ethusiasm. Salah satu wayang yang ditampilkan adalah Wayang Pulau yang diperkenalkan oleh Nanang Garuda.
Wayang Pulau ini mengusung tema keberagaman etnis Nusantara. Dilihat dari model wayangnya, Nanang Garuda menampilkan lima pulau besar di Indonesia antara lain: Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, yang kemudian dibentuk sedekimian rupa mengikuti pakaian tradisional dari masing – masing pulau tersebut.
Model wayang ini nampak menarik sebab nuansa dari masing – masing etnis dari tiap pulau dapat dilihat kekhasannya. Dalam pertunjukannya wayang pulau ini membawakan masalah – masalah kebudayaan juga permasalahan kedaerahaan yang ada di kelima pulau itu masing – masing.
Lewat pertunjukan wayang pulau yang diusung oleh Nanang Garuda ini dapat diambil pesan toleransi dalam kehidupa masyarakat di Indonesia juga semangat dan cita – cita Bhinneka Tunggal Ika.

-Fahmi Sirma Pelu/Teater 2016-

 

Salah satu pengunjung pameran ENTHUSIASM Jogja mengabadikan wayang – wayang yang dipamerkan di Galeri Katamsi ISI Yogyakarta, Selasa (15/11/2016).
Pameran Wayang ENTHUS IASM oleh bapak Sumono telah berlangsung sejak tanggal 9 november, dan akan berakhir pada tanggal 16 esok hari.
Pameran ini sangat mengundang animo masyarakat terkhusus bagi pecinta wayang dan yang suka dengan cerita – cerita wayang yang ada di Indonesia.
Adapun daya tarik tersendiri dari pameran wayang ini, menampilkan tidak hanya tokoh – tokoh wayang seperti pada umumnya tapi juga menampilkan tokoh – tokoh masyarakat saat ini seperti wayang Presiden Republik Indonesia.

-Michael Richard Anugrah/Foto 2016-

 

Foto #6

Ki Enthus Susmono, mungkin sebagian orang mengenalnya dengan julukan sebagai wayang santri, tapi. Dengan bahasanya saat mendalang memakai bahasa tegal yang di bilang ngapak dan apa adanya saat sebagai dalang.
lahir di tegal, 21 Juni 1966 ini sekarang menjabat sebagai bupati tegal untuk periode 2014-2019. Terjunnya ki Enthus sebagai wayang karena keterpaksaan, beliau menggantikan ayahnya yang wafat sedangkan saat itu ayahnya sudah mengambil job untuk pementasan wayang yang sudah di bayar dan Enthus pun menggantikan ayahnya dengan bermodalkan nekat.
Saat itu pun Enthus mulai mendalami dunia wayang dengan belajar ke berbagai dalang yang kondang, berbagai kritik dan celaan yang terus di terima oleh Enthus tapi dengan semangat Enthus pun terus maju dengan wayang khas yang dia buat sendiri.
Enthus pun mulai menikmati jerih payangnya sebagai dalang, mulai dari mendapatkan penghargaan sebagai wayang terbaik se-indonesia dalam festival wayang indoensia, mendapatkan gelar sebagai Doktor Honoris Causa bidang seni budaya dari International Universitas Missouri, U.S.A dan masih banyak gelar yang Enthus dapatkan.

-Adi Ardiyansyah/Grafis 2012-

 

EATUS : Wayang Golek Kreasi salah satu karya di pameran wayang ‘Eatus’, Galeri Katamsi, ISI Yogyakarta, Jl.Parangtritis km.6,5 Sewon, Bantul, Yogyakarta (15/11). Pameran Wayang yang telah di gelar sejak tanggal 9 November 2016 sampai 16 November 2016 mendatang. Pameran Wayang tersebut telah di kunjungi oleh ratusan pengunjung dari berbagai wilayah. Wayang dengan teknik tradisional sudah ada sejak lama dan pameran wayang ini adalah salah satu wujud apresiasi sekaligus menjaga kebudayaan bangsa kita agar tidak di claim oleh negara lain. -Reva Visi Bangsa/Despro 2016-

 

Pameran Wayang – (Selasa,15/11) Wayang Kayon Loteng, salah satu wayang yang dipamerkan dalam pameran wayang yang digelar di Galeri Katamsi Institut Seni Indonesia sejak tanggal 11 hingga 16 November 2016 mendatang.

Enthusiasm, begitulah tajuk pameran wayang yang digelar sejak tanggal 11 hingga 16 November mendatang. Seperti tajuk yang diangkat dalam pameran kali ini, antusiasme pengunjung yang hadir dalam pameran yang digelar di Galeri Katamsi dapat dikatakan cukup besar, lebih dari 800 pengunjung yang hadir dari berbagai kalangan  turut serta dalam mensukseskan acara ini.

Apresiasi, itulah kata yang dilontarkan Denok (19). Mahasiswi ISI jurusan seni tari yang menjadi salah satu pengunjung pameran wayang ini. Lain halnya dengan Denok, Pak Narto datang dari Pleum Sewu untuk menemani Genta(11) putranya yang tertarik dengan seni dan wayang.

-Lu’lu’ Farhatul Amaniyah/Despro 2016-

Beberapa karya dari wayang golek kreasi dalam pameran wayang Ki Enthus Sasmono di Galeri RJ. Katamsi, kampus ISI, Sewon, Jogja yang diselenggarakan pada tanggal 9-16 November 2016. -Karina Devi S./Despro 2016-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *