Solo Menari 24 Jam Ramaikan Hari Tari Sedunia

Solo – Perhelatan Akbar Solo 24 Jam Menari untuk memperingati Hari Tari Sedunia kembali digelar pada hari Selasa-Rabu (29-30/4/2014). Tahun ini merupakan pergelaran Solo Menari 24 Jam yang kedelapan dengan mengusung tema Dancing Out Loud, Suara Tubuh Membuka Hati.

Acara ini dimulai pada pukul 06.00 WIB dan seperti namanya, perayaan tari sedunia ini dilangsungkan selama 24 jam. Pertunjukan tari digelar secara serentak di setiap sudut kota. Solo Menari 24 Jam diikuti oleh 4.100 penari yang tersebar di Kampus ISI Surakarta, Solo Paragon, Solo Square, Solo Grand Mall, The Park Solo Baru, Bandara Adi Sumarmo, SMKN 8 Surakarta, dan Jalan Protokol Slamet Riyadi-Koridor Jendral Sudirman.

Terdapat enam agenda utama dalam kegiatan yang berlangsung selama 24 jam ini, antara lain pertunjukan tari di kompleks kampus ISI Solo, pertunjukan tari di ruang publik Soloraya, orasi tari oleh Sal Murgiyanto, sarasehan tari, gelar maestro tari, dan suguhan utama melihat aksi enam empu tari dari dalam dan luar negeri yang secara khusus menari selama 24 jam.

Dengan jadwal berbeda, meskipun hanya tampil selama 5-10menit namun antusiasme para penari untuk mengisi acara ini begitu tinggi. Solo benar-benar dipadati oleh para penari dan ribuan masyarakat yang tak ingin ketinggalan untuk menyaksikan lekukan tubuh sang penari. Berikut jadwal pagelaran tari di sudut kota Solo:

  • ISI Surakarta: Selasa jam 06.00 WIB s/d Rabu jam 06.00 WIB.
  • Solo Square: Jam 11.00 – 15.00 WIB.
  • Solo Grand Mall: Jam 14.00 – 18.00 WIB.
  • Solo Paragon: Jam 14.00 – 18.00 WIB.
  • Bandara Adi Soemarmo: Jam 13.00 – 15.00 WIB.
  • The Park Solo Baru: Jam 19.00 – 21.00 WIB.
  • Jl. Jend. Sudirman Solo: Jam 15.30 – 17.30 WIB.
  • SMKN 8 Surakarta: Jam 19.30 – 02.00 WIB.

Ketua Panitia Solo Menari 24 Jam Wahyudiarto mengatakan, bahwa sejatinya tari bukanlah sekadar sebuah ekshibisi fisikal ataupun dramatisasi keadaan, tetapi juga bisa menjadi lokus merayakan berbagai perbedaan antar sesama umat manusia. Tari akan menjadikannya sebagai suatu hal bermakna ketika mampu mengangkat moral, martabat, harga diri bangsa, dan juga membuka pintu kebersamaan. Tak lupa untuk tetap melestarikan kebudayaan bangsa, salah satunya tarian yang memang sudah menjadi bagian dari kehidupan. (SS)